Penggunaan Web Dinas Pendidikan (Disdik) Sintang Belum Maksimal
Assalamualaikum. wr.wb. !
Selamat malam sobat guru. Pada artikel kali ini saya akan mengulas tentang Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten sintang yang kurang memanfaatkan media informasi dalam rangka meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. Tentunya kita sangat yakin bahwa perkembangan jaman kian meningkat dan canggih, terutama pada bidang informasi dan komunikasi. Pada tahun 90an, kita masih menggunakan surat sebagai komunikasi dan masih lazim. Coba bandingkan dengan sekarang, sekarang penggunaan surat relatif sudah jarang, banyak yang sudah menggunakan alat komunikasi yang lebih praktis dan cepat seperti telepon ataupun media internet serta aplikasi penunjang yang sangat ramah sekali dari sudut pandang penggunanya.
Selain itu, media internet juga seakan sudah menjadi "lifestyle" bagi kebanyakan orang. Kita sudah bisa mengirim berita atau data-data penting, via email misalnya. Tidak hanya itu, jejaring sosial seperti facebook, twitter, digg, linkedIn, myspace atau versi web seperti blogspot, wordpress, joomla dan masih banyak lagi media yang tentunya bisa kita jadikan sebagai pilihan komunikasi yang efektif.
Lalu apa kaitannya dengan Dinas Pendidikan Sintang ? yaa, pada artikel inilahh saya mencoba untuk memberikan saran dan kritik pada Disdik Sintang. Begini, Disdik Sintang itu sudah mempunyai web bahkan umurnya sudah cukup lama, tapi yang saya sesalkan adalah mengapa media itu tidak dimanfaatkan dengan efektif ? Terkait dengan paragraf pertama mengenai kelebihan media internet, bukankah bila web Disdik Sintang tersebut difungsikan secara maksimal, dari sudut pandang komunikasi saja, tentu itu akan memberikan perubahan kinerja yang sangat signifikan. Bisa saja, Kepala Dinas mempublikasikan surat edaran atau informasi penting misalnya. Atau, pada saat ada pemberkasan data siswa, data guru dll, di kirim melalui email.
Nah, ada beberapa manfaat yang bisa terwujud bila hal itu direalisasikan, manfaat tersebut antara lain sebagai berikut:
- Terciptanya iklim belajar didalam Disdik Sintang. Kok bisa ? Ya...Sebagai sebuah lembaga, Disdik Sintang tentunya mempunyai bidang-bidang pelayanan khusus, seperti bidang pendidikan dasar, keuangan, informasi dan sebagainya. Tentunya, pelayanan publik pun akan berbeda pula jenisnya. Karena perbedaan pelayanan itulah, bila disiplin penggunaan media internet/web diterapkan dengan baik, maka setiap bidang pelayanan akan berusaha belajar menggunakan fasilitas web demi kemudahan kerja pada bidangnya masing-masing. Terkait hal tersebut, saya menyarankan agar setiap bidang pelayanan di ruang lingkup Disdik Sintang memiliki web masing-masing.
- Adanya pemerataan informasi dikalangan masyarakat. Tidak heran, sekarang banyak informasi simpang siur yang entah darimana sumbernya beredar di masyarakat, hal ini tidak lain dikarenakan tidak ada komunikasi yang efektif dalam Disdik Sintang itu sendiri, terutama informasi dengan masyarakat. Namun akan berbeda keadaanya bila web tersebut dijadikan media informasi utama, kesepakatan dan kesamaan informasi yang diterima masyarakat cenderung akurat. Sekalipun ada kesalahan dalam publikasi informasi, kesalahan tersebut dapat diperbaiki dengan cepat.
- Pelayanan publik yang efektif. Seperti yang sudah saya paparkan diatas bahwa internet, terutama web memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaat tersebut adalah untuk berbagi data dan informasi. Misalnya, ada kalanya Disdik Sintang membutuhkan data-data dari sekolah. Dalam kasus tersebut, yang saya alami adalah banyaknya perwakilan sekolah berbondong-bondong datang ke kantor Disdik hanya untuk menyerahkan data tersebut. Masih efektifkah cara kerja yang seperti itu? Bayangkan bila data tersebut dikirim via email? Bukankah personil bidang pelayanan akan lebih mudah dalam berkerja? Bayangkan pula pengeluaran yang dikeluarkan oleh perwakilan sekolah terutama bagi sekolah yang cukup jauh?
Itulah beberapa saran dan kritik bagi Disdik Sintang, semoga penggunaan media internet dalam ruang lingkup Disdik Sintang dapat digunakan dengan maksimal demi terciptanya pelayanan publik yang berkualitas. Terimakasih.

Akhirnya saya bisa berkomentar disini juga :)
BalasHapusSemoga sukses saja mas Yudi ,, Keep spirit in your blogging passion (Bahasa Inggris Ngawur) hehe
@bayu prasetyo
BalasHapusWah, makasih kunjungannya kak. Bagus kok inggrisnya..aku aja gak sefasih itu.
@Yudi Sutopo
BalasHapustes
tes
BalasHapusTerlihat jelas tulisan ini melibatkan kegalauan yang dalam akibat pengalaman tidak menyenangkan yang sering dialami penulis secara langsung di dinas tersebut (berdassrkan fakta). Untuk Web cukup di jadikan satu saja. jika di pisah cukup berdasarkan tingkat SD, SMP, SMA, dan PT.
BalasHapusTerkait penyerahan data bukan hanya sekedar berbondong-bondong, Antrinya juga panjang belum lagi kalau petugasnya yang akan ditemui. lebih miris lagi ketika yang antri adalah mereka yang jauh-jauh datang dari luar kota. ada yang butuh waktu 2-4 hari bahkan seminggu hanya untuk mengantri di kantor disdik (yang belum tentu kelar). sementara ia juga harus segera kembali ke sekolahnya untuk kembali mengajar. dalam rentang waktu yang selama itu akan banyak siswa yang terlantar. apa lagi di sana jumlah guru sangat terbatas (ada yang hampir limit).
Masalah web yang sudah di buat oleh diknas tapi tidak digunakan untuk pelayanan publik yang lebih baik mungkin disebabkan oleh masalah teknis. seperti : beberapa tenaga pendidik-kependidikan yang belum bisa memanfaatkan teknologi itu (maaf:kebanyakan generasi terdahulu (kalau ga mau dibilang tua)), bahkan untuk membuat dan menggunakan email saja tidak bisa. tapi kalau mau belajar tetap bisa (bukankah itu yang sering dikatakan guru kepada sang murid?). dari segi fasilitas yang menunjang teknolohi: jarang sekolah yang memiliki komputer yang tersambung internet, listrik belum merata, sering meregang nyawa (mati suri dengan intensitas tinggi), nasib yang sama juga di alami mahluk yang bernama signal dari berbagai jenis operator di bidang telekomunikasi. barangkali itu yang membuat disdik Sintang belum dapat mengoptimalkan penggunaan pelayanan publik berbasis internet. dan masih ada problematika lain yang belum di ketahui.
semoga kedepanya apa yang diharapkan bisa terjadi, dan disdik Sintang semakin baik serta memiliki kemajuan yang besar. minimal teknis pengiriman informasi aktual terkait pendidikan, data dan surat yang konon sangat merisaukan itu yang sebenarnya bisa dikirim via email.
# zzzZZZz
@Anonim
BalasHapusYa, saya setuju dengan anda. Budaya berbondong-bondong ke dinas memang sudah mengakar. Hal seperti itu terjadi ya lantaran mereka adalah generasi tua. saya pikir, disdik sintang perlu restorasi dalam bidang sumber daya untuk menunjang teknis pelayanan publik.