Disleksia (Masalah Gangguan Belajar Membaca)
Assalamualaikum. wr. wb !
Disleksia, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai gangguan belajar membaca yang ditunjukan dengan kemampuan membacanya dibawah kemampuan yang sesungguhnya dimiliki. Gejala dari kesulitan membaca ini adalah kemampuan membaca anak berada dibawah kemampuan inteligensi, usia dan pendidikan yang dimilikinya. Gangguan ini bukan bentuk dari ketidakmampuan fisik, seperti karena ada masalah dengan penglihatan, tetapi merupakan ketidakmampuan otak mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca anak tersebut.
Kesulitan anak ini biasanya baru terdeteksi setelah anak memasuki dunia sekolah untuk beberapa waktu. Nah, tentu gangguan seperti ini haruslah kita pahami dengan baik, kalau tidak, tentu ini akan mengganggu atau menghambat perkembangan siswa. Lebih parah lagi, hanya karena ketidaktahuan kita tentang hal ini, kita memberikan respon yang salah pada siswa, bila diibaratkan seperti pada saat kita sakit kepala tapi kita diberi obat penumbuh jenggot.
Lalu, bagaimana cara kita sebagai guru mengetahui gejala atau ciri-cirinya? Barangkali ada diantara anak didik kita yang mengalami gangguan tersebut. Berikut ciri-ciri disleksia :
- Tidak dapat mengucapkan irama kata-kata secara benar dan proporsional.
- Kesulitan dalam mengurutkan huruf-huruf dalam kata.
- Sulit menyuarakan fonem (satuan bunyi) dan memadukannya menjadi sebuah kata.
- Sulit mengeja secara benar. Bahkan mungkin anak akan mengeja satu kata dengan berbagai macam ucapan.
- Sulit mengeja kata atau suku kata dengan benar. Anak bingung menhadapi huruf yang mempunyai kemiripan bentuk seperti "b dan d", "u dan n", "m dan n".
- Kesulitan dalam memahami apa yang dibacanya.
- Sering terbalik dalam menuliskan atau mengucapkan kata. Contohnya, "ratu" menjadi "taru", atau "kucing duduk diatas meja" menjadi "meja duduk diatas kucing".
- Rancu dengan kata-kata yang singkat, misalnya "ke", "dari", "dan", "jadi".
- Membaca satu kata dengan benar disuatu halaman, tapi salah dihalaman lainnya.
- Bingung menentukan tangan mana yang akan digunakan untuk menulis.
- Lupa meletakkan titik dan tanda baca lainnya.
- Menulis huruf dengan angka dengan hasil yang buruk.
- terdapat jarak pada huruf-huruf dalam rangkaian kata. Tulisannya tidak stabil, kadang naik, kadang turun.
- Menempatkan paragraf secara keliru.
Itulah poin-poin mengenai ciri-ciri disleksia. Meskipun mengalamai kesulitan-kesulitan tersebut, sebenarnya anakn yang mengalami gangguan tersebut mempunyai kelebihan. Mereka biasanya sangat mahir dalam hal musik, seni dan desain grafis dan kegiatan kreatif lainnya. Selain itu, mereka juga baik dalam hal menghafal dan mengingat informasi. Kesulitan mereka adalah bagaimana menyatukan informasi dan mengolah informasi dalam bentuk kata-kata atau kalimat yang sesuai, dunia mereka adalah dunia gambar, mereka adalah imajiner yang dapat diandalkan.
Demikianlah artikel mengenai disleksia, semoga berguna bagi kita semua, terutama sobat guru yang mungkin menemukan gejala ini pada siswanya. Mengenai artikel cara mengatasi disleksia akan saya bahas dalam posting berikutnya. Terimakasih.

0 komentar:
Posting Komentar