Manusia Purba


Terlepas dari agama yang kita yakini, ada beberapa penemuan yang cukup penting dalam dunia sejarah yang tentunya memberikan kontribusi yang baik pada dunia ilmu pengetahuan. Sejumlah fosil telah ditemukan, dan hingga kini masih terus berlangsung. Tentunya kita perlu untuk mengenal kapan dan pada era apa mereka hidup. Berdasarkan umur fosil, dapat disusun urutan manusia purba itu sebagai berikut :
1. Manusia Kera Jawa (Pithecantropus Erectus) terkenal dengan nama manusia Trinil, pertengahan Pleistosen. Sampai tahun 1945 ditemukan empat buah tengkorak (ukuran rendah), volume otak 750-900ml, mungkin dapat berbicara, femur masih bengkok (postur semierek). Tidak meninggalkan alat-alat batu/pahatan.
2. Manusia Peking (Sinanthropus pekinensis), dekat Peking, pertengahan Pleistosen. Kranium kecil, tengkorak berukuran rendah, volume otak 915-1220 ml, saraf motor baik (pengendalian berbicara), daya pikirnya rendah, meninggalkan alat dan tulang, membuat api.
3.   Manusia Heidelberg (Homo heidelbergensis), dekat Heidelberg, Jerman, pertengahan Pleistosen. Gigi kuat, otot-otot rahang kuat, dagu mundur. Disetujui sebagai bentuk intermedier antara kera manusia dan manusia. Tidak meninggalkan alat-alat.
4.   Manusia Neanderthal (Homo neanderthalensis). Fosil ditemukan di Jerman, kemudian di Perancis, Spanyol, Asia Tengah. Kranium memanj ang, mendatar, dan melebar. Rahang bawah maju (prognathus). Femur tidak begitu melengkung, namun kepala dan leher condong ke depan. Tinggal dalam gua. Meniggalkan peralatan dan batu, senjata (kebudayaan Mousterian), membuat api (100.000 SM).
5.  Manusia Rhodesia (Homo rhodesiensis). Zaman Pleistosen, di Rhodesia, Afrika. Kranium rendah, volume otak 1280 ml. Rahang atas besar. Meninggalkan alat dan batu, atau dan tulang (untuk berburu hewan). Tinggal di gua, membuat api.
6.   Manusia Cro-Magnon (Homo sapiens fossilis). Zaman Glasial, di Italia, Perancis, Cekoslovakia, Polandia. Kranium tinggi, muka lebar, tegak, volume otak 1590 ml. Tinggal di gua, meninggalkan alat, pahatan, gambar-gambar (40.000 SM).

7.     Lain-lain. Di Jawa ditemukan Pithecanthropus robustus, lebih berat dan P. erectus. Kemudian ditemukan lagi Megan thropus paleojavanicus yang paling berat daripada semua manusia purba. Di Cina Selatan ditemukan Gigantopithecus blacki (dibeli dan loak, tidak diketahui ditemukan di mana). Kemudian lagi ditemukan fosil Homo soloensis di Ngandong, tepi Bengawan Solo, meninggalkan peralatan dan tulang, hidup berburu. 

0 komentar:

Posting Komentar

Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 Yudi Sutopo All Right Reserved