Tech News

Game Reviews

New Design

Recent Post

Penggunaan Web Dinas Pendidikan (Disdik) Sintang Belum Maksimal

Penggunaan Web Dinas Pendidikan (Disdik) Sintang Belum Maksimal


Assalamualaikum. wr.wb. !
     Selamat malam sobat guru. Pada artikel kali ini saya akan mengulas tentang Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten sintang yang kurang memanfaatkan media informasi dalam rangka meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. Tentunya kita sangat yakin bahwa perkembangan jaman kian meningkat dan canggih, terutama pada bidang informasi dan komunikasi. Pada tahun 90an, kita masih menggunakan surat sebagai komunikasi dan masih lazim. Coba bandingkan dengan sekarang, sekarang  penggunaan surat relatif sudah jarang, banyak yang sudah menggunakan alat komunikasi yang lebih praktis dan cepat seperti telepon ataupun media internet serta aplikasi penunjang yang sangat ramah sekali dari sudut pandang penggunanya.
    Selain itu, media internet juga seakan sudah menjadi "lifestyle" bagi kebanyakan orang. Kita sudah bisa mengirim berita atau data-data penting, via email misalnya. Tidak hanya itu, jejaring sosial seperti facebook, twitter, digg, linkedIn, myspace atau versi web seperti blogspot, wordpress, joomla dan masih banyak lagi media yang tentunya bisa kita jadikan sebagai pilihan komunikasi yang efektif.
    Lalu apa kaitannya dengan Dinas Pendidikan Sintang ? yaa, pada artikel inilahh saya mencoba untuk memberikan saran dan kritik pada Disdik Sintang. Begini, Disdik Sintang itu sudah mempunyai web bahkan umurnya sudah cukup lama, tapi yang saya sesalkan adalah mengapa media itu tidak dimanfaatkan dengan efektif ? Terkait dengan paragraf pertama mengenai kelebihan media internet, bukankah bila web Disdik Sintang tersebut difungsikan secara maksimal, dari sudut pandang komunikasi saja, tentu itu akan memberikan perubahan kinerja yang sangat signifikan. Bisa saja, Kepala Dinas mempublikasikan surat edaran atau informasi penting misalnya. Atau, pada saat ada pemberkasan data siswa, data guru dll, di kirim melalui email.
   Nah, ada beberapa manfaat yang bisa terwujud bila hal itu direalisasikan, manfaat tersebut antara lain sebagai berikut:
  • Terciptanya iklim belajar didalam Disdik Sintang. Kok bisa ? Ya...Sebagai sebuah lembaga, Disdik Sintang tentunya mempunyai bidang-bidang pelayanan khusus, seperti bidang pendidikan dasar, keuangan, informasi dan sebagainya. Tentunya, pelayanan publik pun akan berbeda pula jenisnya. Karena perbedaan pelayanan itulah, bila disiplin penggunaan media internet/web diterapkan dengan baik, maka setiap bidang pelayanan akan berusaha belajar menggunakan fasilitas web demi kemudahan kerja pada bidangnya masing-masing. Terkait hal tersebut, saya menyarankan agar setiap bidang pelayanan di ruang lingkup Disdik Sintang memiliki web masing-masing. 
  • Adanya pemerataan informasi dikalangan masyarakat. Tidak heran, sekarang banyak informasi simpang siur yang entah darimana sumbernya beredar di masyarakat, hal ini tidak lain dikarenakan tidak ada komunikasi yang efektif dalam Disdik Sintang itu sendiri, terutama informasi dengan masyarakat. Namun akan berbeda keadaanya bila web tersebut dijadikan media informasi utama, kesepakatan dan kesamaan informasi yang diterima masyarakat cenderung akurat.  Sekalipun ada kesalahan dalam publikasi informasi, kesalahan tersebut dapat diperbaiki dengan cepat.
  • Pelayanan publik yang efektif. Seperti yang sudah saya paparkan diatas bahwa internet, terutama web memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaat tersebut adalah untuk berbagi data dan informasi. Misalnya, ada kalanya Disdik Sintang membutuhkan data-data dari sekolah. Dalam kasus tersebut, yang saya alami adalah banyaknya perwakilan sekolah berbondong-bondong datang ke kantor Disdik hanya untuk menyerahkan data tersebut. Masih efektifkah cara kerja yang seperti itu? Bayangkan bila data tersebut dikirim via email? Bukankah personil bidang pelayanan akan lebih mudah dalam berkerja? Bayangkan pula pengeluaran yang dikeluarkan oleh perwakilan sekolah terutama bagi sekolah yang cukup jauh?
      Itulah beberapa saran dan kritik bagi Disdik Sintang, semoga penggunaan media internet dalam ruang lingkup Disdik Sintang dapat digunakan dengan maksimal demi terciptanya pelayanan publik yang berkualitas. Terimakasih. 
Salah Kaprah Soal Cinta

Salah Kaprah Soal Cinta

    
"Immature people falling in love destroy each other's freedom, create a bondage, make a prison. Mature persons in love help each other to be free; they help each other to destroy all sorts of bondages. And when love flows with freedom there is beauty. When love flows with dependence there is uglines"

(OSHO)

Assalamualaikum wr.wb !
      Selamat malam sobat guru sekalian, dari tadi saya bingung menentukan tema artikel yang akan saya posting. Akhirnya saya jalan-jalan ke ujung kampung, siapa tau dapat ide. Sampailah saya menemukan artikel ini dan kebetulan temanya tentang cinta. Tapi masalahnya saya lupa alamat sumbernya, jadi dengan sangat menyesal saya tidak bisa mencantumkan sourcenya. Ok, kita baca bersama ya, berikut ulasannya :

It needs love to make to make two become one

     Kalimat di atas bisa benar, tapi bisa pula keliru jika mengartikannya secara sempit dan dangkal. Sebab, makna cinta tidak berhenti pada rasa senang terhadap sesuatu, seseorang maupun lawan jenis (pacar, calon suami atau calon istri). CS. Lewis mengkategorikan perasaan "senang dan suka" di tingkat terbawah dari derajat intensitas cinta; rasa senang dan suka ini muncul karena di antara kedua pihak ada kesamaan, sama-sama senang nonton bioskop, menyukai group musik yang sama, mempunyai tempat makan favorit yang sama, sedang menyukai kegiatan yang sama, entah itu demonstrasi atau sama-sama ikut menjadi pendukung sebuah gerakan. Kekuatan dan durasi perasaan suka ini sangat lemah karena sifatnya yang situasional dan temporer; dan hubungan yang terbentuk atas dasar perasaan suka ini pun rentan persoalan karena tidak punya fondasi yang kuat. Sementara, banyak orang yang mengambil keputusan untuk menikah atas dasar kuantitas kesamaan, karena rasionalitas kedua pihak terhalang oleh emosi jiwa serta fantasi fairy tale "happily ever after".    

      Selama ini banyak orang umumnya menganggap cinta adalah sebuah produk pabrikan dan bersifat one for all. Ketika diantara kedua manusia ada cinta, maka semua persoalan selesai atau akan selesai. Sayangnya banyak pula yang lupa bahwa definisi cinta yang digunakan sebagai acuan penilaian kualitas dan masa depan hubungan, adalah perasaan "suka dan senang". Bagi Scott Peck dalam bukunya The Roadless Travelled, cinta bukanlah perasaan, melainkan tindakan nyata "The will to extend one's self for the purpose of nurturing one's own or another's spiritual growth". Motivasi dan tindakan untuk membuat diri sendiri dan orang lain yang "dicintai" bertumbuh, menjadi pribadi yang punya identitas sejati, dan menggenapi panggilan hidupnya, itulah yang dinamakan cinta. Dan karena itulah, cinta tidak mungkin bersifat mengekang, menjajah, menindas, membatasi, memanipulasi, menghilangkan kemerdekaan apalagi menghilangkan kemanusiaan orang yang dicintai. "It is about giving the other person what they need to grow".
Kedewasaan Pribadi, Kedewasaan Cinta
         Dari definsi cinta Scott Peck terlihat bahwa orang yang bisa mencintai, tentunya bukan orang yang masih terjebak dalam egosentrisme dan egoisme namun sudah mampu berkeinginan dan berbuat untuk orang lain. Apabila orang menyatakan cinta, namun dalam tindakan sehari-hari, banyak menuntut, mengekang, melarang, memenjarakan kemanusiaan pasangan, maka itu bukanlah cinta, namun conditioning/pengkondisian agar orang memenuhi kebutuhannya, entah itu kebutuhan fisik (makan, minum, sexual, dsb) maupun psikologis (ingin di perhatikan, diakui, dikagumi, di puja, dsb). Di sini lah banyak terjadi kesalahkaprahan, ketika pasangan bersikap nrimo, diam saja bahkan semakin takut dan taat serta semakin "menderita demi cinta". Kesalahkaprahan ini membuat banyak penderitaan panjang terutama di sisi wanita (ada pula pria), tidak hanya menghancurkan perkawinan itu sendiri, namun menghancurkan pula jiwa-jiwa dan setiap pribadi yang ada di dalamnya, seperti dirinya sendiri serta anak-anak (bagi yang telah punya anak).  Cinta tidak menjajah.
     Oleh karena cinta bukanlah romantisme perasaan belaka, maka kedewasaan seseorang akhirnya berperan dalam menentukan seperti apa cinta yang ia berikan kepada orang lain, baik itu pasangan maupun komunitasnya. Semakin dewasa seseorang, maka semakin dewasalah cinta-nya; sehingga untuk menghasilkan cinta yang dewasa dan buah-buah cinta yang mendewasakan diri sendiri dan orang lain, maka seseorang harus melalui proses pendewasaan. Scott Peck mengatakan dalam The Roadless Travelled, seseorang menjadi dewasa dan matang, melalui proses yang bertahap dan semua itu menuntut latihan disiplin diri dalam beberapa elemen, yakni :
  1. Delaying gratification, menunda  kepuasan sesaat / saat ini demi kebaikan di masa mendatang. Istilah Indonesia, sakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Secara kongkrit, setiap keputusan baik itu berpacaran (dengan segala tingkatannya dan tindakannya) dan berkeluarga, didasarkan pada pertanyaan apakah yang menjadi motivasinya. Apakah karena ingin segera memuaskan apapun desakan yang ingin di puaskan atau karena ada alasan rasional lain yang memang baik dan bermanfaat besar bagi kedua belah pihak (yang menjadi ukuran adalah menumbuhkan dan mendewasakan kedua pihak). 
     
  2. Acceptance of responsibility, bertanggungjawab atas pilihan dan keputusan diri sendiri. Apa yang termasuk di dalamnya adalah menyadari bahwa setiap orang punya andil dalam menciptakan problem yang sedang dihadapi, sudah dialami atau akan terjadi. Semua berawal dari pilihan sikap diri. Padahal umumnya, ketika terjadi masalah cenderung menyalahkan orang lain, persoalan, situasi dan kondisi daripada introspeksi diri.  Konsekuensi logisnya, menganggap diri sebagai korban keadaan yang tidak berdaya untuk mengambil alih kendali hidup. Amat disayangkan karena sebagian orang melihat proses ini sebagai suratan takdir dan nasib bahwa ia terlahir untuk melayani dan menderita demi orang yang dikasihi. Padahal, takdir cinta tidaklah demikian. Cinta itu membebaskan dan memerdekaan, seperti ungkapan Oslo, seorang filsuf kontemporer,  di bagian paling atas artikel ini. Menerima tanggung jawab di sini mempunyai konsekuensi logis, untuk membuat setiap pribadi berhati-hati, jangan sampai aplikasi dari memerdekakan diri menciptakan penjajahan bagi pribadi lainnya. Mengutip Erich Fromm yang mengatakan, no freedom without responsibility, tidak ada kemerdekaan tanpa tanggung jawab. Jika ingin berpacaran atau menikah, ingin bercerai atau bahkan ingin bertahan dalam problema yang ada, maka setiap pemikiran, keputusan dan tindakan harus dipikirkan sejauh mana kita mampu bertanggung jawab atas implikasinya, baik bagi diri sendiri, keluarga, orangtua, anak, pasangan, mertua, tempat kerja kita, dsb.   

  3. Dedication to the truth, selalu mencari dan menemukan kebenaran. Mabuk kepayang maupun kepahitan, bisa menjadi penghalang kejernihan dalam melihat kenyataan dan kebenaran. Konsep diri yang negative (menganggap diri tidak baik, buruk rupa, banyak dosa, tidak berharga, tidak cantik, tidak beruntung, dsb) juga menjadi tembok penghalang realitas karena kenegatifan itu sudah mewarnai cara pandang kita terhadap dunia. Kasus KDRT yang berkepanjangan membuat pihak korban percaya bahwa dirinya pantas dan layak di hina dan disia-siakan karena tidak berharga. Oleh sebab itu korban tidak berani melepaskan diri dari abuser  karena tidak yakin ada tempat yang bisa menerima kehadirannya,  atau tidak yakin dirinya  kuat hidup tanpa abuser.  Scott Peck mengatakan, jika jiwa manusia ingin bertumbuh, jauhkan diri dari prejudis, stereotype, prasangka negatif yang mendistorsi kebenaran. Sikap terbuka, berani menatap kenyataan, bahkan menerima bahwa ada kebenaran dan fakta lain yang bisa meruntuhkan keteguhan hati dan keyakinan  - mengapa kita takut jika hal itu justru memerdekakan kita. The truth will set you free.  

  4. Balancing & flexible, menjadi lebih seimbang dan fleksibel. Kedewasaan dan kematangan akan dialami ketika diri kita maju. Sebaliknya, segala sesuatu yang terlalu rigid, baik dalam soal berpikir, berkeyakinan maupun berelasi, menghambat kemajuan diri sendiri dan orang lain serta hubungan itu sendiri. Bayangkan saja hubungan yang penuh dengan ketakutan, peraturan, larangan, batasan, kecurigaan, pengekangan, penindasan, tidak akan menumbuhkan sesuatu yang baik; yang muncul adalah hal negatif, seperti ketakutan, kemarahan, kepahitan, kebosanan, ketidakpuasan, kesepian dan kekosongan yang melanda jiwa. Tidak akan ada kebahagiaan dalam relasi yang rigid, namun sama halnya dengan relasi yang tidak berakar dan berkomitmen, karena keduanya tidak berdasarkan cinta, namun ketakutan.  
   Kembali pada persoalan cinta yang berakhir duka nestapa, apalagi tragedi, dapat disimpulkan kondisi itu disebabkan ketidakmatangan pribadi yang menganggap bahwa memiliki, mengupahi, meladeni, membayari, menafkahi, adalah cinta dan bukti cinta itu sendiri.  Padahal, silogisme-nya tidak demikian. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ungkapan cinta dari Ibu Theresa.

It is not how much we do,

but how much love we put in the doing.

It is not how much we give,

but how much love we put in the giving
Jadi mari bertanya pada diri sendiri, apakah saya melakukan ini semua karena cinta? Apakah yang kita lakukan selama ini sudah memerdekakan & menumbuhkan diri kita dan orang yang kita cintai ?


Beberapa Fakta Tentang Albert Einstein

Beberapa Fakta Tentang Albert Einstein


Berikut ini adalah sejumlah fakta mengenai albert Einstein :
Materi
Beliau termasuk salah satu ilmuwan yang terlibat dalam sejarah terungkapnya Materi dan misterinya. Ceritanya dimulai pada tahun 1900-an,  dimana ketika itu banyak ilmuwan yang berpikir bahwa materi itu berkelanjutan terus menerus, berarti akan selalu dapat dibagi menjadi bagian kecil. Beberapa ilmuwan tidak setuju dengan itu, dan mengajukan bahwa materi terdiri dari beberapa partikel kecil, disebut Molekul. Einstein adalah satu dari sekian ilmuwan yang percaya bahwa materi adalah terdiri dari molekul.
Pada tahun 1905, ketika beliau berumur 26 tahun, Einstein mempelajari “Gerak Brownian”. Partikel kecil sekecil debu atau serbuk, ketika ditebarkan di dalam cairan dan dibarkan mengambang bergerak secara acak. Kita juga dapat melihat kejadian itu melalui mikroskop. Gerak ini disebut gerak brownian, dan bayangkan sebelum tahun 1905 tidak seorangpun mengetahui tentang penyebabnya.
Einstein mewujudkan bahwa jika cairan terbuat dari molekul kecil yang selalu bergerak, ini akan menjelaskan Gerak Brownian. Molekul menurut beliau terkadang menabrak partikel debu dan menyebabkan bergerak ke arah berbeda – seperti apa yang terjadi pada bumper mobil. Einstein menggunakan matematika untuk memprediksi bagaimana debu harus bergerak dan ia benar. Beliau juga menemukan bagaimana cara untuk mengukur molekul.
Karya Einstein menunjukkan bahwa materi terbuat dari molekul. Sejak tahun 1905, kita telah belajar banyak tentang molekul dan atom yang membuat berbagai jenis materi. Karya ini mempunyai banyak aplikasi dalam tekhnologi (termasuk chip komputer), dan masih  merupakan area penelitian yang penting.
Awal mula Teori Kuantum
Anda tahu partikel kesayangan dari Einstein? Ya, Foton. Itu karena einstein menghabiskan banyak waktu untuk berpikir tentang cahaya. Pada awal tahun 1900an, sebagian besar eksperimen menunjukkan bahwa cahaya berperilaku seperti gelombang. Tetapi pada tahun 1905, Einstein mengusulkan bahwa cahaya seringkali berperilaku seperti gelombang, sekaligus seringkali berperilaku seperti partikel. Wow, sangat membingungkan. Cahaya, seperti katanya, adalah seperti bungkusan kecil energi (ya sekarang kita menyebutnya foton, tidak lagi menyebut sebungkus energi). Setiap foton mempunyai jumlah energi tertentu, atau disebut kuantum (itu karena jamak, kalau bentuk tunggalnya kuanta).
Dari karya yang diciptakan seorang fisikawan bernama Max Plank, Einstein menemukan suatu persamaan untuk energi foton (E=hv). Dia menggunakan persamaan ini untuk menjelaskan efek fotolistrik – suatu misteri ketika cahaya berinteraksi dengan bahan metal. Efek fotolistrik tidak masuk akal jika kita berpikir bahwa cahaya berperilaku seperti gelombang, tetapi masuk akal jika kita memikirkan bahwa cahaya sebagai partikel foton (Reaksi Ionisasi). Einstein menerima Penghargaan Nobel pada tahun 1921.
Karya einstein untuk foton menjadi dasar utama untuk bidang yang disebut Teori Kuantum (Quantum Theory). Banyak hal penting yang dihasilkan dari bidang ini, seperti tekhnologi untuk membuat TV dan komputer (laser, compact disc). Satu hasil terpenting yang mengejutkan bahkan seorang Einstein sekalipun, yaitu teori kuantum tidak memberikan sejumlah hasil yang pasti untuk percobaan, tetapi hanya sebuah probabilitas(seperti dadu, dan kucing maksudnya kucingnya schrodinger)
Kuantum teori menjelaskan bagaimana Alam semesta bekerja pada sekala kecil, tetapi ilmuwan belum mengetahui bagaimana teori kuantum dan teori gravitasi dapat cocok bersama. Ini adalah bidang penelitian yang penting bahwa ilmuwan masih menyelidikinya (string teori, red)
Teori Relativitas Khusus
Apa yang anda lihat jika anda bergerak secepat 186,000 mil per detik (atau kira-kira 299 337.984 Km per detik, wow) atau disingkat kecepatan cahaya, Einstein menghabiskan banyak waktu juga untuk hal ini. Suatu hal yang ia temukan begitu aneh bahwa orang harus mulai berpikir tentang alam semesta dengan cara yang sama sekali baru.
Einstein menemukan bahwa ruang dan waktu itu terhubung, dan lebih baik membicarakannya menjadi satu hal saja – Ruangwaktu. Dia menunjukkan bahwa objek akan bertambah berat ketika mereka bergerak lebih cepat, dan mereka akan menyusut ukurannya ke arah mereka bergerak. Waktu juga terlihat lebih lambat di jam ketika bergerak cepat pada waktu diam. Kita tidak melihat efek ini setiap hari karena mobil dan sepeda tidak cukup cepat untuk mengalami perubahan yang dapat kita ukur.
Karya ini adalah bagian dari Teori Relativitas Khusus. Disebut spesial karena ini hanya diaplikasikan ketika objek bergerak pada kecepatan konstan (tak berubah). Einstein kemudian membuat Teori Relativitas Umum yang membicarakan tentang apa yang terjadi ketika objek mengalami kenaikan kecepatan atau melambat.
Persamaan yang mungkin anda jg pernah mendengarnya atau mungkin melihat di kaos seorang teman atau stiker E=mc^2 adalah hasil teori Relativitas Khusus. Persamaan ini menunjukkan bahwa Energi dan massa adalah dua bentuk hal yang sama, dan bahwa sedikit massa dapat dirubah menjadi energi yang sangat banyak. Pengetahuan ini membantu kita memahami bagaimana bintang-bintang menghidupi dirinya, dan bagaimana untuk membuat senjata nuklir.
Albert Einstein
Albert Einstein lahir pada tanggal 1879 di Jerman Selatan. Ibunya adalah seorang pemain piano yang berbakat, dan Einstein memiliki pelajaran biola ketika dia masih sangat muda. Einstein melanjutkan bermain biola sepanjang hidupnya, dan menjadi seorang Violin yang hebat.
Ketika dia berumur lima tahun, Ayah Einstein menunjukkan kepadanya sebuah kompas. Einstein melihat bahwa jarum bergerak dan dia ingin mencari tahu sebabnya. Itulah awal minatnya di bidang fisika, rasa ingin tahu adalah salah satu kualitas terbesar einstein. “Hal yang terpenting adalah jangan berhenti bertanya” katanya
Einstein adalah seorang juru tulis berusia 26 tahun di kantor paten di Bern, Swiss pada tahun 1905 ketika dia membuat karya besarnya Teori Relativitas, Materi, dan Teori Kuantum. Dia menikah dengan Mileva Maric, seorang fisikawan serbia, dengannya beliau memiliki tiga anak. Kemudian dia memegang gelar jabatan profesor di kota Eropa, Zurich, Praha dan Berlin. Saat itu di Berlin pada akhir 1915an beliau menyelesaikan teori relativitas umum, yang menjelakan hubungan antara gravitasi dan ruangwaktu.
Einstein datang ke Institute of Advanced Study di Princeton, New Jersey Amerika pada tahun 1933 setelah Nazi memiliki kekuatan di Jerman. Beliau menghabiskan sisa hidupnya di Princeton, mencoba mencari tahu bagaimana semua bidang fisika dapat disatukan (Theory of Everything). Selain belajar fisika, dan belajar biola, karya Einstein untuk perdamaian dan Hak Asasi Manusia. Dia adalah seorang Yahudi dan mendukung pembentukan negara Israel. Einstein bahkan diminta untuk menjadi presiden kedua Israel, tetapi beliau menolaknya
Einstein lebih dari seorang ilmuwan yang gila dengan rambutnya, Beliau juga seorang yang selalu penasaran, seorang pekerja keras dimana idenya mengubah cara pandang dunia dengan berbagai cara.

Source : Wikipedia
Ebooks Pelajaran Matematika Kelas I

Ebooks Pelajaran Matematika Kelas I


Assalamualaikum wr. wb !
Selamat pagi sobat guru tercinta.

Pagi yang cerah ini, saya akan berbagi ebooks Matematika untuk kelas I. Bagi anda yang membutuhkannya silahkan pilih buku mana yang anda suka. Demi kenyamanan anda, bila ada link yang rusak, tinggalkan pesan ya. Terimakasih telah berkunjung.

  1. Matematika Kelas I (Kismiyantini-Dyan)
  2. Matematika Kelas I(Dewi-Tri)
  3. Matematika Kelas I  (Djaelani-Haryono)
  4. Matematika Kelas I(Purnomosidi)
Ebooks Pelajaran Bahasa Indonesia

Ebooks Pelajaran Bahasa Indonesia


Assalamualaikum. wr.wb

Yaak...Langsung saja ke TKP, bagi sobat guru yang membutuhkan ebooks mata pelajaran Bahasa Indonesia, saya memberikan beberapa ebooks yang mungkin masuk dalam daftar pencarian anda. Silahkan :

  1. Bahasa Indonesia 1
  2. Bahasa Indonesia 2
  3. Bahasa Indonesia 3
  4. Bahasa Indonesia 4
  5. Bahasa Indonesia 5
  6. Bahasa Indonesia 6 
Nah, hanya itu yang bisa saya bagi sekarang, bila ada link yang rusak, tinggalkan pesan. Terimakasih.
Menjadi Guru Kreatif

Menjadi Guru Kreatif


 Assalamualaikum wr. wb.
Selamat sore sobat guru.

Yaak...artikel ini berisi tentang bagaimana cara kita agar bisa menjadi guru yang kreatif. Disini kita akan membahas kiat-kiat menjadi guru yang kreatif. Pertanyaannya adalah : Seberapa pentingkah kita menjadi kreatif ? atau Mengapa kita perlu menjadi kreatif ? Secara singkat, kita perlu menajdi kreatif agar kita mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam memecahkan masalah, mengambil maupun mengembangkan gagasan atau ide. Kreativitas yang saya maksudkan ini tidak terpaku pada pengambilan atau pengembangan gagasan atau inspirasi semata, tapi juga mencakup pengambilan keputusan pada suatu masalah. Lalu, bagaimana cara kita menjadi guru yang kreatif? berikut ulasannya.

1. Jadilah penjelajah pikiran.
     Agar menjadi kreatif kitta haruslah berani mengembangkan ide atau gagasan. Selain itu, kita juga harus berani mencari-cari sesuatu yang original, yang benar-benar baru. Tidak hanya sampai disitu, seorang kreatif akan melakukan proses pencarian ini terus menerus. Seperti para cendekiawan ataupun penjelajah yang tidak takut dengan ketidakpastian ataupun ketidakmungkinan. Mereka selalu berpikiran "bagaimana kalau...?"  dan seterusnya yang sifatnya adalah kemungkinan-kemungkinan yang seringkali menurut kita itu tidak mungkin. 

2. Kembangkan pertanyaan.
     Yah....bertanyalah tentang apa saja. Jangan sekali-kali memenjarakan kreatifitas kita, karena hidup yang kreatif adalah upaya mencari yang terus menerus (continuing quest). Dengan bertanya, kita akan menemukan dan menemukan hal-hal yang belum tentu pernah kita bayangkan sebelumnya. Jangan menganggap segala sesuatu seolah sudah semestinya, hiperboliknya suratan takdir, atau bahasa pasarannya "udah dari sononya mas"

3. Tumbuhkan gagasan atau ide sebanyak-banyaknya.
     Saya lupa namanya, yang jelas dia adalah pemenang nobel bidang kimia. Dia mengatakan "The best way to get good ideas is to get a lot of ideas". Dari kata-kata itu, kita bisa memahami bahwa untuk memperoleh ide yang brilian kita mesti mengumpulkan berbagai ide. Logikanya, bagaimana sesuatu bisa dikatakan paling baik bila tidak ada yang baik, kurang baik, hingga buruk, kita harus memiliki banyak  pembanding.

4. Melanggar peraturan dan kebiasaan lama.
     Kenapa begitu? ya...disadari atau tidak, selama kita berpatokan pada pola yang lama, yang sudah ada, kita hanya berkutat dengan itu dan itu saja. Tentunya kita semua sudah memahami hakikat dari kreatif itu sendiri, untuk memperoleh sesuatu yang berbeda, kita memang harus melakukan hal yang berbeda pula. Seperti resep masakan, bahan dan bumbu yang sama, takaran sama, rasanya juga pasti sama. Tapi bila anda memasak dengan takaran atau bahan yang bervariasi, itu BARU kan? itu milik anda, ide anda. 

5. Gunakan Imajinasi
     Imajinasi itu tidak dibatasi oleh ruang atau dunia nyata kita. Imajinasi kita akan sangat membantu dalam mendesain atau mengeksplorasi gagasan-gagasan kita, meraba pilihan-pilihan yang ada, dan bayangkan bahwa yang melakukan hal tersebut adalah anda sendiri. 

6. Rileks
      "The bow kept forever taut will break". Kitta memang perlu istirahat, suasana tenang dan nyaman untukk memperoleh die cemerlang. Ini tentu pernah kita alami sendiri, misalnya saat kita masih duduk dibangku sekolah, karena ketidakbisaan kita, kita dimarahi oleh guru. Bukannya jadi lebih paham, malah semakin tidak bisa berbuat apa-apa. 

Sumber Ilustrasi
Disleksia (Masalah Gangguan Belajar Membaca)

Disleksia (Masalah Gangguan Belajar Membaca)


Assalamualaikum. wr. wb !
     Disleksia, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai gangguan belajar membaca yang ditunjukan dengan kemampuan membacanya dibawah kemampuan yang sesungguhnya dimiliki. Gejala dari kesulitan membaca ini adalah kemampuan membaca anak berada dibawah kemampuan inteligensi, usia dan pendidikan yang dimilikinya. Gangguan ini bukan bentuk dari ketidakmampuan fisik, seperti karena ada masalah dengan penglihatan, tetapi merupakan ketidakmampuan otak mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca anak tersebut.

    Kesulitan anak ini biasanya baru terdeteksi setelah anak memasuki dunia sekolah untuk beberapa waktu. Nah, tentu gangguan seperti ini haruslah kita pahami dengan baik, kalau tidak, tentu ini akan mengganggu atau menghambat perkembangan siswa. Lebih parah lagi, hanya karena ketidaktahuan kita tentang hal ini, kita memberikan respon yang salah pada siswa, bila diibaratkan seperti pada saat kita sakit kepala tapi kita diberi obat penumbuh jenggot.  

    Lalu, bagaimana cara kita sebagai guru mengetahui gejala atau ciri-cirinya? Barangkali ada diantara anak didik kita yang mengalami gangguan tersebut. Berikut ciri-ciri disleksia :
  1. Tidak dapat mengucapkan irama kata-kata secara benar dan proporsional.
  2. Kesulitan dalam mengurutkan huruf-huruf dalam kata.
  3. Sulit menyuarakan fonem (satuan bunyi) dan memadukannya menjadi sebuah kata.
  4. Sulit mengeja secara benar. Bahkan mungkin anak akan mengeja satu kata dengan berbagai macam ucapan.
  5. Sulit mengeja kata atau suku kata dengan benar. Anak bingung menhadapi huruf yang mempunyai kemiripan bentuk seperti "b dan d", "u dan n", "m dan n".
  6. Kesulitan dalam memahami apa yang dibacanya.
  7. Sering terbalik dalam menuliskan atau mengucapkan kata. Contohnya, "ratu" menjadi "taru", atau "kucing duduk diatas meja" menjadi "meja duduk diatas kucing".
  8. Rancu dengan kata-kata yang singkat, misalnya "ke", "dari", "dan", "jadi".
  9. Membaca satu kata dengan benar disuatu halaman, tapi salah dihalaman lainnya.
  10. Bingung menentukan tangan mana yang akan digunakan untuk menulis.
  11. Lupa meletakkan titik dan tanda baca lainnya.
  12. Menulis huruf dengan angka dengan hasil yang buruk.
  13. terdapat jarak pada huruf-huruf dalam rangkaian kata. Tulisannya tidak stabil, kadang naik, kadang turun.
  14. Menempatkan paragraf secara keliru.
    Itulah poin-poin mengenai ciri-ciri disleksia. Meskipun mengalamai kesulitan-kesulitan tersebut, sebenarnya anakn yang mengalami gangguan tersebut mempunyai kelebihan. Mereka biasanya sangat mahir dalam hal musik, seni dan desain grafis dan kegiatan kreatif lainnya. Selain itu, mereka juga baik dalam hal menghafal dan mengingat informasi. Kesulitan mereka adalah bagaimana menyatukan informasi dan mengolah informasi dalam bentuk kata-kata atau kalimat yang sesuai, dunia mereka adalah dunia gambar, mereka adalah imajiner yang dapat diandalkan. 

    Demikianlah artikel mengenai disleksia, semoga berguna bagi kita semua, terutama sobat guru yang mungkin menemukan gejala ini pada siswanya. Mengenai artikel cara mengatasi disleksia akan saya bahas dalam posting berikutnya. Terimakasih.
Menjadi Guru Profesional

Menjadi Guru Profesional


Assalamualaikum !
Selamat pagi sobat guru dimanapun anda berada (sudah seperti penyiar radio saja ya). Melihat judul artikel ini, tentu sobat guru sudah paham arah dari pembicaraan kita dalam artikel ini. Ya, Menjadi Guru Profesional. Benak hati kita sebagai guru tentu bertanya-tanya, guru seperti apakah saya ini? atau, sudah profesioanalkah saya sebagai guru? Nah, dalam artikel ini, saya dan sobat guru akan belajar dan mengevaluasi diri bersama, seprofesional apakah kita? atau paling tidak setelah membaca artikel ini, kita dapat mengukur sendiri kadar profesional dalam mendidik anak didik kita. Ok, cekidot !

1. Selalu memiliki energi untuk anak didik.
    Guru yang profesioanal, akan selalu  memiliki waktu, tanggap dan memiliki perhatian yang besar, responsif dengan perubahan perilaku dan kecenderungan siswa. 

2. Membuat raancangan pembelajaran.
    Pembelajaran yang baik akan lebih efektif apabila kita membuat atau mendesain segala aktivitas belajar siswa sehingga kegiatan belajar tersebut mempunyai tujuan yang jelas. Pada saat kita masih duduk dibangku kuliah, kita tentunya sudah mendapatkan didikan mengenai pembuatan rancangan pembelajaran, pembuatan media yang sesuai, belum lagi pemanfaatan teknologi yang tentunya akan memberikan hasil yang signifikan dalam hal efektivitas dan kualitas belajar. 

3. Memiliki manajemen kelas disertai kemampuan mendisiplinkan yang benar dan efektif.
    Tentunya kita sudah paham betul dengan hal ini, bahwasanya kita harus menyediakan suasana belajar yang kondusif bagi siswa, memberikan rasa aman dan tenang. Untuk menciptakan atmosfir belajar demikian, terkadang kita menemukan beberapa kendala. Nah, kendala tersebut terjadi karena kita kurang piawai dalam manajemen kelas. Selain itu, meskipun kita sudah membuat rancangan bagaimana me-manage kelas yang baik dan benar tapi tidak disertai dengan kedisiplinan dari segi penerapan, itu tidak ada bedanya, pembelajaran akan tetap kurang efektif.

4. Selalu memiliki yang baru dan menguasai objek pembelajaran.
    Kalau bahasa sekarang "update" alias tidak ketinggalan jaman. Dalam hal ini, kita memang tidak bisa menghindar, kita memang harus bisa mengikuti perkembangan jaman yang berorientasi pada pembelajaran. Selain itu, keupdatean kita akan menjadi penunjang terkait dengan penguasaan materi yang kita tumbuh-kembangkan pada siswa. Kita tentu tidak inginkan bila kita disebut guru gaptek? 

5. Memiliki hubungan yang baik dengan orangtua siswa
   Hal ini harus kita miliki sebagai sarana untuk saling berbagi informasi dan solusi dalam menghadapi berbagai kendala dalam pembelajaran, terutama mengenai perilaku, masalah belajar dan masa depan siswa.

Sepertinya hanya itu yang ada di kepala saya, bila ada yang kurang, silahkan lengkapi pada kolom komentar. Terimakasih
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berkarakter

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berkarakter

    
  Assalamualaikum wr wb. Selamat siang sobat guru ! Semoga kita selalu bersyukur atas rahmat Allah SWT yang dilimpahkan pada kita semua. Amin.

     Kali ini, saya berkeinginan untuk membagi RPP atau yang lebih kita kenal dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. RPP yang saya share ini sudah berkarakter. Pada posting ini, saya hanya memberikan RPP berkarakter untuk kelas I saja, tidak lain karena kemampuan saya untuk untuk meng-upload di file hosting sangat terbatas (gratisan), jadi kalau upload data memakan waktu cukup lama. Oh iya, mengenai file hosting yang saya gunakan adalah Mediafire, jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk mendownload file. Yah...ini semua demi anda, terutama sobat guru yang rajin berkunjung pondok maya ini.

     Oke, cukup sampai disitu cas-cis.cusnya. Langsung saja bagi anda yang ingin download, link download sudah saya sediakan dibawah : 

  1. Matematika Kelas I-VI
  2. Bahasa Indonesia I-VI
  3. IPA kelas I-VI
  4. IPS Kelas I-VI
  5. PAI kelas I-VI
  6. Kewarganegaraan Kelas I-VI
  7. Penjas Kelas I-VI
  8. SBK Kelas I-VI
  9. Muatan Lokal I-VI
  10. Bahasa Inggris I-VI
  11. TIK I-VI
  12. Tematik I-III
 Note : Silahkan beri komentar, saran dan kritik terutama bila ada link yang rusak.
Hary Tanoe Resmi  Mundur dari Partai Nasdem

Hary Tanoe Resmi Mundur dari Partai Nasdem

Hary Tanoe Mundur dari Nasdem

      Aku Seorang Guru-Bos MNC Group, kabar tentang rencana keluarnya Hary Tanoesoedibjo dari partai Nasdem benar-benar terjadi, hal ini secara resmi dipublikasikan dalam jumpa pers di Museum Adam Malik, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2013). Keluarnya mantan Ketua Dewan Pakar Nasdem ini tidak sendiri, pengunduran dirinya juga di ikuti oleh oleh rekan lain yang diantaranya adalah Syaifullah Haq dan Ahmad Taufiq yang tak lain adalah petinggi partai Nasdem juga.

      Perpecahan di tubuh Nasdem mulai merebak ketika beredar kabar adanya faksi di dalam partai itu. Dikabarkan, Surya Paloh yang akan menjadi ketua umum partai itu berseberangan dengan faksi Hary Tanoe. Beberapa waktu lalu, kelompok Surya Paloh memecat Sekjen Garda Pemuda Nasional Demokrat (GPND), Saiful Haq. 

     Menanggapi kemunduran Hary Tanoe dari partai Nasdem, Anggota Dewan Pembina Demokrat Hayono Isman menilai bahwa partai yang mengalami masalah internal akan mengurangi keperacayaan publik. "Saya sebagai Partai Demokrat tidak ingin melihat partai-partai yang sudah lolos KPU mengalami masalah internal yang akibatnya mengurangi kepercayaan publik kepada partai-partai politik. Karena yang kena bukan hanya NasDem tetapi partai-partai lain," kata Hayono Isman ketika ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/1/2013).
   
    Lalu bagaimana dengan Hary Tanoe setelah ia keluar dari partai Nasdem ? ia memaparkan bahwa sudah ada partai yang melamarnya untuk bergabung, tapi ia masih menolak. Memang, Hary Tanoe memiliki finansial dan media yang terkenal, jadi wajar bila ia menjadi incaran banyak partai politik.

    Berdasarkan jumpa pers yang kita saksikan di televisi tadi, saya mencoba menilai bahwa mundurnya Hary Tanoe adalah karena : Pertama, ia tidak menginginkan partai Nasdem di pimpin oleh pelaku politik lama; Kedua, idealisme berpolitik Hary Tanoe dkk tidak terakomodasi di partai Nasdem. Kalau memang itu yang menjadi alasan kemundurannya, saya sangat sangat mengapresiasi kemantapannya dalam mengambil keputusan.       
Pengaruh Tayangan TV pada Anak

Pengaruh Tayangan TV pada Anak

   
  Assalamualaikum wr.wb. Menonton TV merupakan pekerjaan tanpa akhir, tanpa tujuan dan tidak membuat kenyang. Tidak seperti makan dan tidur yang membuat perut kenyang dan badan menjadi tidak lelah lagi. Menonton TV tidak ada habisnya. Dotambah lagi film yang dipertontonkan dalam TV sekarang banyak yang kurang mendidik dan malah memberi contoh yang tidak baik. Kegiatan ini tidak memberikan manfaat berharga seperti membaca buku, jalan-jalan, atau berbincang dengan orang lain. Dengan kegiatan tersebut anak bisa merenung dan berpikr yang pastinya lebih mendidik.  Apabila anak dibiarkan bebas menonton TV, anak akan mendapat banyak dampak negatif, diantaranya : 
1. Mengalami kesulitan pada pekerjaan dan melakukan gerakan motorik.
   Anak akan mengalami kesulitan pada pekerjaan dan melakukan gerakan motorik. Sebab anak hanya duduk terdiam menonton acara TV. Mereka kurang melakukan gerakan lain yang bisa menyehatkan tubuh.

2. Mengalami kesulitan dalam hidup bersosial.
   Anak juga akan mengalami kesulitan dalam kehidupan bersosial. Mereka akan mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan orang lain. Sebab anak lebih banyak menonton TV dan tidak mengetahui keadaan sosial yang terjadi pada masyarakat sekitarnya. 
3. Merubah pola pikir dan kelakuan.
    TV juga bisa merubah pola pikir dan kelakuan anak. Jika pola pikir dan kelakuannya berubah menjadi lebih baik pasti bukan masalah, tapi kebanyakan dari mereka hanya meniru hal yang negatif atau tidak bermanfaat. Sehingga pola pikir dan kelakuan mereka berubah menjadi semakin buruk. 
4. Mengurangi minat belajar anak               
    Selain hal itu, Tv juga bisa mengurangi minat belajar anak. Hal ini disebabkan karena anak lebih suka mennton TV dari pada belajar. Memang menonton TV lebih asik dan lebih nikmat dari pada belajar. Tapi kenyatannya, belajar jauh lebih bermanfaat daripada menonton TV karena dengan belajar kita bisa mendapat banayak ilmu. 
5. Mengalami penurunan kreatifitas
    Anak juga mengalami penurunan kreatifitas. Sebab anak hanya menonton TV dan terpaku pada satu pekerjaan dan satu pandangan sehingga mereka tidak bisa melihat hal hal lain yang bisa menambah kreatifitas. Akibatnya kreatifitas mereka menjadi tidak berkembang dan akan menjadi menurun.
    Selain itu, banyak juga dampak negatif yang ditimbulkan oleh menonton TV.  Jadi kita sebagai orang yang lebih dewasa harus bisa mencegah hal itu terjadi. Kita harus bisa mengatur waktu anak untuk menonton TV agar tidak jadi kebablalasan. Demikian artikel saya tentang “Pengaruh Tayangan TV pada Anak". Wassalam.
Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 Tentang Rokok

Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 Tentang Rokok

     
      Kabar baik bagi teman-teman perokok pasif (kalau saya aktif hehe) dan kabar buruk bagi para petani tembakau ! Loh, Kenapa ?  hal ini dikarenakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengesahkan  Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012 tentang Pengamanan Produk Tembakau. PP pada tanggal 24 Desember 2012 lalu.
      Walaupun sudah disahkan tahun lalu, Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan baru baru disebarluaskan sekretariat negara pada 8 Januari 2013. Maka tidak heran bila masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.

      Sebagai warga negara yang baik, kita tentunya mendukung hal ini, karena dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012, pengaturan perihal rokok, tembakau dan produksinya menjadi semakin jelas. Dalam Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012 ini, ada beberapa hal yang diatur antara lain pernyataan seperti larangan penggunaan istilah  "Light", "Ultra Light", "Mild", "Extra Mild", "Low Tar", "Slim", "Special", "Full Flavour", "Premium" ataupun berbagai macam kata-kata sugestif yang berorientasi pada kenikmatan dan "ketidak apa-apan" meroko. Tidak hanya itu, dalam PP tersebut juga menambahkan keharusan produsen rokok untuk mencantumkan kata."dilarang menjual atau memberi kepada anak berusia di bawah 18 tahun dan perempuan hamil"

      Selain itu,  Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012 mengatur tentang jumlah atau isi rokok per kemasan. Produsen rokok diwajibkan untuk mengemas rokok setidaknya 20 batang setiap bungkus. Jadi rokok dengan kemasan 12 atau 16 batang akan segera hilang dari dari peredaran.
     Menanggapi hal tersebut, ada beberapa hal yang sepertinya layak untuk kita renungkan. Pertama, mengenai penggunaan kata-kata sugestif. Itu memang baik, tapi bila hanya sekedar tulisan, para desainer kemasan rokok akan dengan mudah untuk merumuskan kata lain yang bermakna sama. Menurut saya, akan lebih baik dan efektif bila kemasan rokok langsung menggunakan gambar yang terkait dengan bahaya merokok itu sendiri. Seperti gambar dibawah ini :

     Kedua, mengenai jumlah rokok per kemasan setidaknya berisi 20 batang. Menurut analisa saya, pernyataan tersebut justru akan mengurangi biaya produksi, terutama dari segi kemasan. Sebagai akibatnya, tidak menutup kemungkina harga rokok tersebut tidak atau hanya sedikit mengalami kenaikan. Imbasnya, perokok akan semakin royal merokok. Bagaimana pendapat anda?
Mengapa Menjadi Guru

Mengapa Menjadi Guru

Selamat sore teman-teman bloger !
     Yup..kali ini saya akan posting artikel tentang profesi saya sebagai guru. Apa yang saya tulis ini tidak bermaksud mengurangi kebaikan profesi yang lain, karena muatan dalam artikel ini sifatnya subjektif. Artikel ini mungkin berguna bagi teman-teman bloger yang masih kesulitan untuk memilih pekerjaan.Nah, singkat saja, berikut adalah alasan mengapa memilih profesi sebagai seorang guru.

Memiliki banyak waktu untuk keluarga
      Berdasarkan jam kerja, guru itu masuk kesekolah pada pukul 07.00 pagi dan pulang pada pukul 13.00. Tidak lama bukan? selain jam itu, kita bisa menggunakan waktu kita untuk berkumpul bersama keluarga ataupun sekedar jalan-jalan, berwirausaha untuk menambah penghasilan dan masih banyak hal bermanfaat lain yang bisa kita lakukan.

Profesi dunia akhirat
     Selain guru merupakan profesi yang menjanjikan didunia, dari rutinitas yang dilakukan guru seperti mengupayakan siswanya menjadi anak yang cerdas, memiliki pribadi yang baik, menjadi manusia yang berguna bagi orang lain dan sebagainya. Tidakkah itu menjadikan guru sebagai sosok yang mulia? 

Awet muda
      Pernah saya berjumpa dengan guru-guru saya waktu TK dan SD dulu, wajah mereka seolah tak berubah termakan usia, tetap seperti dulu saat saya masih menjadi anak didiknya.

Persepsi masyarakat terhadap guru sangat baik
      Tidak dipungkiri bahwa masyarakat itu mempunyai persepsi yang baik terhadap guru. Apalagi bila guru itu bertugas di pedesaan bahkan pedalaman seperti saya, image guru masih sangat dihormati.

Waktu liburan yang lebih dari cukup
        Kalau yang ini, tentu kita semua sudah paham betul. Setiap tahun ajaran itu memiliki 2 semester yang didalamnya terdapat waktu libur panjang bagi siswa, yang biasnya selesai ujian semester. Singkatnya, Kalau siswa libur, guru juga libur dong...

Berpengetahuan luas dan belajar setiap hari
        Guru adalah profesi yang salah satu tugasnya adalah mencerdaskan anak didiknya. Untuk mewujudkan hal tersebut, guru itu sendiri haruslah memiliki wawasan yang luas dan terampil dalam berbagai hal.Selain itu, dalam proses pembelajaran, guru tentunya sering dihadapkan dengan berbagai macam kendala seperti masalah ganguan belajar pada siswa, psikologis, ataupun tentang substansi pembelajaran. Nah, ini tentunya akan melatih bahkan memaksa guru untuk mencari solusi masalah tersebut. Proses inilah yang membuat guru itu belajar dan terus belajar.

Gaji dan berbagai tunjangan yang menjanjikan
       Dilihat dari segi penghasilan, guru mempunyai gaji yang lumayan besar, belum lagi tunjangan ini itu yang akan menambah pemasukan. Belum lagi bila guru tersebut sudah menjalani pendidikan profesi guru dan mendapat tunjangan daerah terpencil yang nominalnya waaaaw...!!!

      Itulah beberapa alasan mengapa saya ingin menjadi guru. Hal-hal diatas jugalah yang membuat saya tidak ragu akan masa depan dan BANGGA menjadi guru. Bagaimana dengan kamu?


Penerimaan CPNS Tahun 2013

Penerimaan CPNS Tahun 2013


Semangat pagi !
Topik hari ini, eemm...??? (masih kopas juga) adalah tentang seluk beluk penerimaan CPNS di tahun 2013 ini. Nah, bagi teman-teman bloger yang berminat jadi CPNS, silahkah baca artikel dibawah ini, saya rasa berguna juga untuk kita jadikan bahan sharing. 

           Kemen PAN dan RB telah sudah berancang-ancang untuk  menggelar seleksi CPNS/CASN baru untuk seluruh formasi pada tahun anggaran CPNS/CASN 2013. Tetapi khusus untuk tenaga pendidik seperti guru, sudah diberlakukan aturan tersendiri. Misalnya, untuk guru Taman Kanak-kanak Negeri (TKN) ditetapkan satu guru negeri untuk satu rombongan belajar yang ada di satu kabupaten atau kota.

        Selanjutnya, untuk guru kelas SDN ditetapkan satu orang untuk satu rombongan belajar di seluruh kabupaten atau kota. Aturan ini juga sama untuk usulan guru SLB Negeri. Sedangkan untuk guru Penjaskes dan agama, dihitung tiga kali jumlah sekolah yang ada di kabupaten atau kota. Sementara untuk rumus usulan guru bidang studi di SMP, SMU, dan SMK adalah, mengalikan jumlah jam wajib sebuah bidang studi dengan jumlah rombongan belajar, lalu dibagi 24 jam. Untuk guru BP, aturan ditetapkan satu guru untuk 150 siswa. Jadi jika di sebuah sekolah ada 300 siswa, maka guru BP-nya ditetapkan dua orang

        Selain itu proses pendaftaran guru Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) rupanya mendapat perhatian khusus dari Pemerintah. Disebabkan oleh timbulnya rasa prihatin pada kemampuan sebagian besar guru saat ini yang rendah, maka Pemerintah mencanangkan persyaratan baru pendaftaran guru PNS/ASN dengan harapan untuk merekrut guru PNS/ASN berkualitas wahid di tahun mendatang.
 
         Kriteria yang bakal diterapkan tahun 2013 yaitu dokumen atau ijazah kelulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh : “Dengan skema baru ini, untuk menjadi guru, baik PNS/ASN maupun non-PNS/ASN tidak cukup hanya dengan ijazah S.Pd (sarjana pendidikan),”.Prinsip tersebut mengadopsi seleksi dokter PNS/ASN. M. Nuh menjelaskan bahwa agar diterima menjadi dokter PNS/ASN, pelamar atau pendaftar tes CPNS/CASN tak bisa hanya bermodalkan ijazah sarjana kedokteran (S. Ked). Namun, mereka juga harus mengikuti pendidikan profesi dokter selama satu tahun.

         Tata aturan terbaru mengenai persyaratan guru PNS/ASN, sedang digodok oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) selaku pelaksana teknis seleksi CPNS/CASN baru. Program PPG ditempuh ketika seseorang sudah menyelesaikan program sarjana pada FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) atau semacamnya. Apabila berminat menjadi guru PNS/ASN, maka mereka wajib mengikuti PPG yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).Akan tetapi, tak semua sarjana FKIP yang mendaftar di LPTK pasti diterima serta berhak ikut PPG. LPTK tetap bakal menjalankan seleksi CPNS/CASN secara ketat karena daya tampung rekrutmen dibatasi.

         Para sarjana FKIP juga akan bersaing secara terbuka terhadap sarjana-sarjana fakultas lainnya untuk masuk LPTK. Contohnya : Demi menjadi guru matematika, para sarjana FKIP bakal bertarung dengan sarjana fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alama). Dan itu juga yang terjadi pada guru ekonomi, sarjana FKIP juga akan bersaing dengan sarjana fakultas ekonomi (FE).Posisi tenaga pendidik atau guru memang idealnya diisi oleh para sarjana FKIP. Akan tetapi, apabila tingkat kompetensi sarjana FKIP jauh di bawah sarjana fakultas lainnya, tentu saja tak bisa dipaksakan mengajar.

        Calon guru PNS/ASN akan mendapatkan sertifikat sebagai guru profesional setelah mengikuti proses PPG selama satu tahun. Sertifikat tersebut kedepannya harus dilampirkan sewaktu yang bersangkutan akan melamar menjadi guru CPNS/CASN. Dengan sertifikat tersebut serta ditambah pengalaman mengajar selama 24 jam pelajaran per pekan, guru bersangkutan berhak mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP). Apabila wacana seleksi CPNS/CASN khususnya perekrutan guru PNS/ASN profesional tersebut berjalan secara sistematis serta lancar, beliau yakin bahwa kualitas guru-guru Indonesia bisa beranjak naik. Nuh pun menegaskan bahwa posisi PPG ini strategis, sebab merupakan proses substitusi program sertifikasi guru yang saat ini sedang berjalan.

Sumber : PPCI
Uniknya Matematika

Uniknya Matematika


Posting lagi ah..tidak masalahkan meskipun harus ko-pas, yang asalkan sumbernya dicantumkan, betul? Nah, pas lagi patroli keliling bloger, saya menemukan sebuah posting yang berisi tentang uniknya matematika. Saya rasa cukup berguna untuk kita dan tidak salah bila saya repost haha. Silahkan cermati saja angka-angka dibawah, kalau mengerti syukur kalau tidak juga ya tidak apa-apa hahaha.
 
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 123456789876543 21
kurang hebat,,,,
Sekarang lihat ini
Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?
Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi
jawabannya. Jika ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%
H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%
K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%
A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100% Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.
Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%
atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%

Sepertinya cukup unik ya ??? eemm...#kok bisa ya?? yah..masalah keunikan itu sendiri, kita pikirkan masing-masing saja. Oke..sepertinya hanya itu yang menarik, kalau begitu, saya tidur dulu. See yaaa broda an sista...nice dream.

Sumber :I'am Misteryus
Perubahan Kurikulum Pendidikan Nasional Mulai 2013

Perubahan Kurikulum Pendidikan Nasional Mulai 2013


SURABAYA, KOMPAS.com - Staf ahli Mendikbud Prof Kacung Marijan MA menegaskan bahwa kementerian itu akan melakukan perubahan kurikulum pendidikan nasional mulai 2013 untuk menyeimbangkan aspek akademik dan karakter.
"Perubahan yang dikontrol langsung Wapres Boediono itu bukan karena ada tawuran antarpelajar, tapi prosesnya sudah lama (2010) dan kepentingannya sekarang menjadi diperkuat lagi," katanya setelah berbicara dalam Seminar dan Lokakarya ’Teknologi dan Perubahan Sosial’ di Pascasarjana ITS Surabaya, Selasa (2/10/2012).
Dalam acara yang digelar UPM (unit pelaksana mata kuliah) Soshum (sosial humaniora) dan diikuti 259 orang pemangku ilmu humaniora dari sejumlah kampus di Surabaya itu, staf ahli Mendikbud bidang Kerja Sama Internasional itu menjelaskan perubahan kurikulum itu diperuntukkan pendidikan dasar hingga menengah.
"Itu karena perubahan karakter memang harus dimulai dari TK hingga SMA, sedangkan perguruan tinggi bersifat otonom. Intinya, perubahan kurikulum pendidikan itu akan menyederhanakan sejumlah mata pelajaran," katanya.
Namun, kata Prof Kacung yang juga guru besar Ilmu Politik Unair itu, penyederhanaan itu diperuntukkan mata pelajaran yang bersifat umum ke dalam Ilmu Pengetahuan Umum, sedangkan ilmu sains (MIPA) dan ilmu sosial yang merupakan "basic" ilmu pengetahuan akan tetap ada.
"Jadi, kurikulum pendidikan yang baru nanti akan mengubah mindset pendidikan yang bersifat akademik menjadi dua paradigma yakni akademik dan karakter, bahkan pendidikan karakter akan lebih banyak di tingkat pendidikan dasar atau TK dan SD, karena karakter itu merupakan pondasi pendidikan," katanya.
Ia mencontohkan orang sukses itu bukan ditentukan mata pelajaran bernilai A, tapi perilaku orangnya asusila, namun keduanya harus seimbang.
"Itu karena orang sukses itu bukan hanya orang pintar, tapi pintar, baik dalam cara berkomunikasi dengan orang lain, kreatif, dan ketrampilan soft skill lainnya yang juga baik," katanya.
Menurut alumnus Australian National University (ANU) itu, pendidikan karakter itu juga tidak harus berupa mata pelajaran tersendiri, meski mata pelajaran Pancasila akan dimunculkan lagi menjadi Pendidikan Pancasila dan PKN (PPKN).
"Misalnya, mata pelajaran Biologi yang memberikan penugasan observasi/penelitian secara berkelompok itu akan mengajarkan cara kerja sama, leadership, komunikasi melalui presentasi hasil penelitian, kompetisi melalui persaingan antarkelompok, dan seterusnya. Itu semua pendidikan karakter," katanya.
Ditanya target dari perubahan kurikulum, ia mengatakan perubahan kurikulum itu untuk mencetak sumberdaya manusia yang profesional secara akademik dan tangguh atau kreatif secara karakter.
"Yang jelas, perubahan kurikulum itu memang akan membuat mata pelajaran lebih sedikit dari sebelumnya, lalu mata pelajaran yang bersifat hafalan juga berkurang, karena banyak praktik lapangan dan studi kasus, sehingga teknik pembelajaran akan mengarahkan siswa menjadi inovatif, kreatif, kompetitif, dan sebagainya," katanya.
Namun, perubahan kurikulum itu tidak akan ada artinya tanpa pembenahan guru, karena itu pemerintah juga menata guru melalui uji kompetensi guru (UKG) yang bertujuan untuk memetakan guru yang mumpuni.
"Hasilnya memang belum memuaskan karena hanya 42 persen guru yang mumpuni, namun 48 persen guru yang tidak mumpuni itu tidak akan diabaikan, melainkan mereka akan diberdayakan melalui serangkaian pelatihan. Pemerintah juga mengizinkan non-guru untuk mengikuti UKG, karena banyak non-guru yang selama ini mengajar seperti di ITS," katanya.
Menanggapi hal itu, Rektor ITS Prof Tri Yogi Yuwono DEA menyatakan setuju bila perguruan tinggi juga memadukan antara ilmu sains dengan ilmu sosial.
"Masa depan itu perlu rekayasa sosial, sebab adanya teknologi yang disalahgunakan itu membuktikan teknologi juga perlu mengenal kemanfaatan sosial," katanya.


Sumber : KOMPAS
Jadi Seorang Penulis

Jadi Seorang Penulis


Malam ini saya akan memberikan sedikit tips bagi kamu-kamu yang doyan menulis. Bisa novel ataupun karangan ilmiah, ya tidak salahkan bila di coba. Sayapun bukan penulis sih, hanya sekedar berbagi aja.

Berikut ini sepuluh tips penting yang bisa saya sarankan:

• Menulis dengan ringkas, padat dan sekaligus menarik. Semakin sering Anda menulis, semakin terampil Anda menggunakan kata atau kalimat yang relevan saja. Tidak ada kata-kata yang tersaji tanpa arti. Satu kata akan menambah makna tulisan Anda. Ini bukan sekedar menambah jumlah halaman.

• Menulis sebaiknya tidak dilakukan sambil mengedit. Itu dua tahap yang sebaiknya dilakukan terpisah.

• Bagilah tulisan dalam beberapa paragraf pendek. Idealnya, satu paragraf itu mengungkapkan satu ide pikiran. Pecah-pecahlah panjang dan struktur kalimat Anda sedemikian rupa agar tidak membosankan pembaca. Kalimat-kalimat yang runtut dan tidak berbelit-belit akan memberi kenyamanan pembaca tulisan Anda.

• Menulis dengan jelas. Ini juga bisa berarti menulis dengan spesifik, tidak mengawang atau melebar tanpa relevansi dengan topik yag dibicarakan. Pembaca akan kesal setengah mati saat terjebak dengan bacaan yang tidak jelas isinya. Ingatlah bahwa pembaca tidak selalu punya banyak waktu.

Sebuah novel yang tebal, kalau isinya menarik dan mengikat minat pembaca itu jelas berbeda dengan sebuah tulisan sependek satu halaman yang menuai cercaan pembaca karena isinya yang tidak jelas bagi pembacanya.

• Pentingnya bahasa yang komunikatif. Menulislah seakan sedang berbicara – alami dan tanpa berpretensi sok tahu dengan memakai bahasa ilmiah. Ini berlaku untuk banyak ragam tulisan, baik fiksi atau non-fiksi. Perkecualian bisa dipahami apabila Anda menulis buku pelajaran atau bahan studi (textbook). Hindarilah istilah yang hanya diketahui oleh kalangan tertentu (jargon).

• Menulis dengan pesan yang kuat. Ini bisa dilakukan bila Anda mengembangkan tulisan berdasarkan ide pokok yang jelas.

• Tunjukkan pembaca Anda tentang sesuatu, bukan menceritakannya. (Show, don’t tell). Dalam tulisan non-fiksi, ini bisa dilakukan dengan menulis hal-hal secara spesifik, tidak mengambang atau abstrak. Itu sebabnya kalimat pendek, tapi menyajikan fakta lebih disarankan daripada kalimat panjang berbelit dengan pokok ide yang kabur.

Dalam tulisan fiksi, ini dilakukan dengan memberi deskripsi tentang suatu keadaan atau karakter. Contoh: "Anak kecil itu pakainnya lusuh dan compang-camping. Melihatnya membuatku teringat wajah kakek berumur 80 tahun, kulit keriput, rambutnya tipis dan pudar warnanya."

• Menulis dengan jujur. Jadilah diri sendiri. Ini akan tercermin dari cara Anda mengungkapkan pokok pikiran yang Anda yakini kebenarannya. Kejujuran yang terungkap dalam kesederhanaan menulis akan menjadi kualitas tulisan itu sendiri. Maka Anda akan terhindar dari keinginan menulis berbunga-bunga dan mengada-ada dan tidak menambah arti atau kejelasan.

• Menulis dengan bersemangat namun penuh pengendalian diri. Ini sebuah paradoks.  Bersemangat menyampaikan apa yang Anda inginkan agar diketahui pembaca. Mengendalikan diri untuk menulis semua hal yang mungkin tidak berhubungan dengan pokok pikiran.  Ini paradoks dari menulis dengan semangat tak terkendali.

• Membaca dan membaca. Anda harus berbelanja dulu sebelum bisa menjual barang bagus. Ini hanya ungkapan bahwa agar bisa menulis bagus, kita perlu membaca buku-buku bermutu sebagai perluasan wawasan dan kemampuan apresiasi tentang tulisan yang bagus itu.

Demikian, selamat menulis dan semoga Anda menjadi penulis berhasil.


Sumber : Republika
Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 Yudi Sutopo All Right Reserved