Bagaimana Menjadi Orangtua Yang Baik?
Mahaguru-Pasti kita semua ingin menjadi orangtua yang baik, yang mampu mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang berbakti pada orangtua, agama dan bangsa (ehhm). Tapi bagaimana caranya? ya, pertanyaan itu seringkali muncul. Kita terkadang sudah merasa menjadi orangtua yang baik dengan melihat apa yang yang kita terapkan pada anak. Tapi apakah itu baik menurut mereka? belum tentu. Anak cenderung belum memahami baik buruknya sesuatu terhadap dirinya, apalagi akibat yang timbul merupakan akibat jangka panjang. Contohnya saat kita melarang mereka membaca buku sambil berbaring, atau saat mereka asyik bermain tapi kita meminta mereka untuk tidur siang. Tak jarang mereka akan "ngedumel", ini suatu tanda bahwa mereka belum bisa memahami mana yang baik dan mana yang buruk untuk mereka.
Berikut adalah beberapa cara kita untuk menjadi orangtua yang baik :- Anda adalah idola, anda adalah contoh untuknya. Jadi lakukanlah hal yang tidak bertentangan dengan apa yang anda ajarkan. Ingat, anak itu selalu memperhatikan anda.
- Melibatkan diri anda dalam keseharian anak adalah hal yang sangat penting. Disana ia akan merasa dilindungi, diterima atau merasa berarti, dan tentunya dia akan merasa bahwa anda peduli padanya. Untuk itulah biasanya di sekolah terdapat agenda "Family Fun Day".
- Perlakukanlah mereka sesuai dengan tumbuh kembang usia mereka. Belajar untuk memahami berbagai masalah mereka dari sudut pandang mereka pula. Seringkali anak mendapat perlakuan seolah mereka seperti anak yang tidak pernah mengalami pertumbuhan.
- Buatlah peraturan kecil yang tidak menyulitkan mereka, karena tidak jarang kita menganggap ringan sesuatu, ternyata begitu berat dilaksanakan untuk seorang anak.
- Bantulah mereka menjadi anak yang mandiri. Berikan mereka kesempatan untuk melakukan atau menyelesaikan masalah mereka sendiri, karena disitu mereka akan menemukan banyak masalah lengkap dengan penyelesaiannya. Intinya, beri mereka kepercayaan.
- Konsisten, sikap sangat perlu diterapkan, baik pada diri kita maupun anak. Sebagai contoh pada saat kita mengajarkan untuk membuang sampah, lakukan itu terus menerus. Hingga membuang sampah pada tempatnya menjadi sebuah keharusan.
- Perlakuan kasar pada anak bukanlah penyelesaian, itu justru menunjukan ketidakmampuan kita dalam memahami mereka. Selain itu, perlakuan kasar pada anak juga menunjukan bahwa kitalah yang ingin dimengerti.
- Sangat penting untuk menjelaskan segala perlakuan dan didikan kita pada anak. Seperti menjelaskan sebab-akibat dari suatu perbuatan, mereka harus tahu alasannya.
- Tunjukan bahwa anda mencintainya, bisa dengan kata-kata, perlakuan dan sebagainya. Hal ini akan berguna saat anda memberikan kepercayaan padanya. Karena pada saat anak tidak melakukan apa yang anda minta, anak cenderung merasa mengkhianati/meruntuhkan kepercayaan anda padanya.
- Agama. Agama merupakan pedoman hidup umat manusia untuk menentukan baik buruknya sesuatu. Jadi bekalilah ia dengan agama.

0 komentar:
Posting Komentar