Dilema Antara Kebutuhan Hidup dan Larangan Pemerintah Tentang Perusakan Lingkungan


Mahaguru-Masyarakat di hulu sungai melawi seperti kecamatan Ambalau di kabupaten Sintang dihadapkan pada keadaan yang dilematis. Mereka hingga kini masih kesulitan dalam mengembangkan daerah mereka. Bagaimana tidak, mereka hingga kini belum memperoleh akses jalan yang layak, pelayanan pendidikan dan kesehatan yang masih minim. Belum lagi masalah mata pencarian yang masih berkutat pada penebangan kayu, tambang emas dan karet. Seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan mengingat mereka mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pelayanan publik. 
         Hingga kini, masalah akses jalan masih menjadi "sumber masalah" dari segala masalah di daerah hulu melawi ini. Akses jalan yang bisa di tempuh hanya melalui sungai, terutama dari Serawai hingga kampung di hulu seperti Kepala Jungai. Daerah ini demikian kaya, namun bagaimana cara penduduk setempat mengelola dan memanfaatkannya bila untuk memasarkannya saja membutuhkan waktu yang lama dan berbahaya. Padahal sektor pertanian dan perkebunan di daerah ini bisa dijadikan mata pencarian yang menjanjikan. Namun karena ketidakmampuan dalam pemasaran, banyak warga yang menyerahkan tanahnya pada perusahaan perkebunan yang masuk dengan iming-iming yang menggiurkan. 
         Selain itu, beberapa warga yang tidak mengelola tanahnya memilih untuk menebang dan menjual kayu untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anaknya. Tapi di sisi lain, ini juga bertentangan dengan pemerintah yang telah melarang adanya penebangan hutan. Tidak jarang mereka harus berhadapan dengan pihak yang berwajib karena tertangkap tangan membawa dan menjual kayu secara ilegal. Penambangan emas pun demikian, banyak razia dilakukan oleh pihak yang berwajib terhadap penambang emas liar. Hingga kini mereka masih bingung sekaligus menyimpan kekecewaan pada pemerintah. Pemerintah seakan memangkas mata pencarian mereka, namun tidak memberikan solusi dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan layak. Dalam hati kecil mereka mungkin berkata "Wahai pemerintah, kami hanya ingin hidup aman dan layak, seperti anda." 

0 komentar:

Posting Komentar

Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 Yudi Sutopo All Right Reserved